Selasa, 25 September 2012

Pangwangunan cimara Alhamdulillah lancar, terutama pangwangunan pisik nyaeta, jalan, gedung, masigit, jeung imah sigrong aralus ngajogrog ngahias taman cimara. namun nu matak sedih jeung prihatin, pangwangunan anu disebut pangwangunan rohani (SDM) can kagarap nu samestina, can kaguar ku kasariusan pamingpina. aya oge ngan ukur pangajian para nini-nini jeung aki-aki, ari pamudana sibuk ku dunia-na sorangan. ari pamuda teh panerus bangsa, atawa nu leutikna panerus generasi nu aya di desa, lamun pamudana rusak, pangwangunan pisik nu aralus oge euweuh guna-na.
taun ieu taun panganggeusan kapala desa nu ayeuna, taun hareup kapala desa anyar kudu boga program nu alus jeung pamuda. pokona mah, kuwu nu anyar kudu deukeut jeung jalma ngora!

Selasa, 29 Mei 2012


Kronologi perubahan Faham Nabi Isa yang bertuhan ESA menjadi Trinitas

Berbagai pertanyaan yang sering: Muncul, Kenapa Natal Jatuh pada 25 Desember. Padahal menurut Tahun Masehi Yesus itu terlahir pada tanggal 01 Januari Tahun 0000. Ini yang sulit diterima, dan bahkan menimbulkan perpecahan di kalangan Umat Kristen. Ada sebagian yang merayakan Natal Tanggal 01 Januari dan Ada yang merayakan tanggal 25 Desember. Berikut ada artikel yang memuat kronologi perubahan Faham Nabi Isa yang Bertuhan Esa dan berubah menjadi Trinitas.

12 M Tersurat dalam Yohanes 20:17 … “Aku naik kepada Bapaku dan Bapamu, dan kepada Tuhanku dan Tuhanmu.”

57 M Paulus menulis “Tiada ada Allah lain, melainkan Yang Satu. Bagi kita hanya ada satu Allah, Sang Bapa, dan satu Yesus Kristus.”

96 M Clement I (Clemens Romanus), 88 – 97, uskup Roma, menulis “Kristus diutus oleh Tuhan dan para apostel (rasul) diutus oleh Kristus.”

120 M Rukun Iman para apostel (Apostles’ Creed) mulai dikenal Gereja. Bunyinya “Saya percaya akan Allah, Sang Bapa Yang Maha Kuasa.”


150 M Justin Martyr (juga dikenal dengan Justinus si Ahli Filsafah), kelahiran Syikhem di Palestina,

100 – 165 M, dengan ajaran Platonisme mulai merusak kesederhanaan Nasrani. Beliau adalah guru-besar Platonisme dan kemudian masuk Kristen tanpa membuang Platonisme, sebab perpaduan maka beliau dihukum mati.

170 M Kata “Trias” pertama kali terdapat dalam literatur Nasara.

200 M Kata “Trinitas” pertama kali digunakan oleh Tertullianus, seorang penulis tarikh gereja.

230 M Origines gelar Adamantios, kelahiran Iskandaria

185-254 M, bapa Gereja, dan penulis Gereja, menentang doa-doa ditujukan kepada Kristus.

260 M Sabellius, guru Nasrani, mengajar: Sang Bapa, Sang Putera dan Roh Kudus adalah tiga nama untuk Tuhan yang sama.

300 M Bentuk Trinitas dan doa belum dikenal Gereja.

310 M Lactantius Firmianus, bapa Gereja, menulis “Kristus tidak pernah menamakan dirinya Tuhan.”

320 M Eusebius, ahli tarikh Gereja dan uskup Caesarea, dan kawan Arius

260 – 340 M, menulis “Kristus mengajar kita untuk menamakan bapanya Tuhan yang benar dan untuk beribadat kepadaNya.”

325 M Muktamar Iznik (Nicene Council) bersepakat menamakan Kristus “Allah dari Allah, Tuhan benar dari Tuhan benar.”

350 M Pertentangan-pertentangan hebat dalam Gereja perihal ajaran Trinitas.

370 M Doxology (puja-puji) bagi Sang Bapa, Sang Putera dan Roh Kudus, disusun dan disesalkan sebagai suatu bid’ah (novelty).

381 M Muktamar Konstantinopel (kini Istambul) menyempurnakan ajaran “tiga oknum dalam satuTuhan.”

383 M Kaisar Theodosius I Agung (379-395) mengancam akan menghukum semua yang tidak percaya dan tidak ibadat terhadap Trinitas.

496 M Firman Paus Gelasius I (492-496) menghukum Injil Barnabas.
Barnabas adalah pembina jemaah di Antakia (Antiok). TRINITAS tidak ada dalam Bible. Trinitas merupakan synthesis yang dihasilkan oleh Gereja. Hubungan dengan Trinitas dari bangsa-bangsa jahilliyah yang melahirkan Trinitas faham Gereja. Perpaduan ini memudahkan Gereja menasranikan bangsa-bangsa jahiliyah yang bertrinitas.

Prof. Dr. G.J. Vossius [18] menerangkan bahwa Trinitasnya:
Orang-orang Indian Amerika: OTKON, MESSOU dan ATAHAUATA.
Orang-orang Hindu: BRAHMA, VISYNU dan SIVA, yang dirupakan satu badan berkepala tiga.
Orang-orang Mesir Kuno: EICTON, CNEPH (DEMIURGUS) dan PHTHA atau PTAH.
Bangsa-bangsa Greka (Yunani):
a)Orpheus: PHANES, URANOS dan KRONOS.
b)Plato: AGATHON, NOUS dan PSUCHE.
c)Pythagoras: MONAD, NOUS dan PSUCHE.
Orang-orang Parsi: OROMASDES. MITHRAS dan ARIMENES
Orang-orang Rumawi Kuna: JUPITER, MINERVA dan JUNO, Amor ac Delicium, Jovis, yaitu Roh Suci. Orang-orang Skandinavia (Norse, Anglo-Saxon, Jerman). ODIN (OTHIN atau WODAN), HAENIR dan LODUR.

Kiriman : chicholabus@yahoo.com

Membandingkan Kemurnian Al-Qur’an dan Al-Kitab

 Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-qur?an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang ditu-runkan sebelumnya) dan ?Batu Ujian? terhadap kitab-kitab yang lain itu.? ( QS: 5:48 )

Arti batu ujian dalam ayat diatas adalah se-bagai penentu hukum atas kitab-2 sebelumnya. Maknanya, tidak boleh membenarkan hukum dan ajaran dalam kitab-kitab terdahulu sebelum di-benarkan oleh Al-qur?an.

Batu uji Al-qur?an terhadap Alkitab (bibel).Melalui batu uji Al-qur?an, Al-kitab (bibel) itu terbagi dalam 3 kriteria, antara lain:

 Ayat-ayat yang tidak benar, yaitu yang bertentangan dengan Al-qur?an dan hadist nabi, ayat itu harus ditolak.
Ayat-ayat yang tidak diketahui kebenaran dan kesalahannya berdasarkan Al-qur?an dan hadist nabi, harus kita sikapi sesuai hadist berikut:
?Apabila ada ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) berbicara kepada kalian, janganlah kalian membe-narkan ahli kitab tersebut dan jangan pula kalian mendustakannya, melainkan katakanlah:?Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami (Al-qur?an) dan kami juga beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang sebelum kami (Taurat dan Injil). Apabila yang dikatakannya benar, janganlah kalian mendustakannya dan apabila yang dikatakannya itu batil (bohong) janganlah kalian membenarkannya.
(HR. Muslim, Abu Dawud dan Turmudzi)

 Kemurnian Al-qur?an dijamin Allah sepanjang masa.
Sebagai ?batu uji? terhadap kitab-kitab sebelumnya yang sudah mengalami tahrif, keaslian Al-qur?an dijamin langsung oleh Allah.

?Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-qur?an dan sesungguhnya kami pula yg akan menjaganya? (QS. 15: 9)

Jaminan Allah itu terbukti dgn keaslian Al-qur?an yg tdk pernah mengalami perubahan di se-luruh dunia, semua teks Al-qur?an dlm bahasa arab tdk ada yg berbeda sedikitpun, baik huruf, ayat dan susunannya. Faktor pendukung yg me-nyebabkan keotentikan Al-qur?an selalu terjamin:

Al-qur?an mudah dihafal, sehingga banyak orang hafal Al-qur?an diluar kepala, sedangkan Al-kitab (bibel) sampai saat ini tdak ada orang yang menghafalnya. Bahkan Paus, pastur dan pendeta seluruh duniapun tak ada yang hafal dengan kitab sucinya.
Banyak penghafal Al-qur?an tersebar di seluruh dunia dengan sendirinya mereka menjadi penjaga keaslian Al-qur?an. Setiap kejanggalan dan perubahan yang terjadi pasti diketahui oleh penghafal Al-qur?an.
Dgn berbagai cara umat Islam selalu menjaga keaslian Al-qur?an dengan baik, sebab baca-an Al-qur?an dijaga dgn kaidah-2 pembacaan (qiro?ah) dan terikat dlm aturan ilmu tajwid.


Banyak ditemukan Al-qur?an yg sudah dirubah ayat dan huruf-hurufnya oleh para misionaris dan disebarkan kepada umat Islam, tetapi sampai saat ini Alhamdulillah usaha mereka selalu ketahuan dan gagal, bukankah janji Allah selalu benar? : ?Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-qur?an dan kami pula yang akan menjaganya?